KPI IAIN BENGKULU 2011
assalammualaikum warahmatullahhi wabarakatuh...untuk semua akhi wa ukhty..ini adalah blog resminya saya muhammad risan...bagi yang butuh informasi atau semacamnya..mungkin blog kecil ini bisa memberikan sedikit tambahan pengetahuan / ilmu....terima kasih...semoga bermanfaat..^_^..
Rabu, 14 Januari 2015
Majalah Bengkulu Sehat Islami (Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Bengkulu)
Sumber:
Majalah Kesehatan Muslim edisi 12.
Majalah Muslim Sehat.
www.Konsultasisyariah.com
Selasa, 21 Mei 2013
Inilah Hewan Langka dan Aneh di Dunia
1. Solenodon
Solenodon adalah hewan mamlia yang beraktifitas pada malam hari, menggali, dan pemakan serangga. Hanya ada satu genus Solenodon yang dikenal, meskipun ada beberapa spesies lain yang muncul pada satu waktu dan sekarang dianggap sebagai s inonim dari pendahulunya.
Solenodon menarik perhatian para peneliti filogenetik karena karakteristik hewan ini berentensi dengan mamalia primitif, spesies mereka sangat dengan yang hidup pada akhir era dinosaurus.
2. Luwak Afrika
Luwak Afrika adalah hewan asli yang hidup di alam tropis Afrika. Tidak seperti kebanyakan spesies lain dari keluarga hewan ini, yang lebih menyerupai kucing, Luwak Afrika lebih menyerupai seekor anjing pendek.
Sama seperti semua jenis musang, hewan ini juga yang memiliki kelenjar perianal yang menghasilkan cairan civetone (digunakan dalam industri parfum), yang tersebar sebagai penanda di wilayahnya untuk mengklaim daerah kekuasaanya.
3. Echidna Berparuh Panjang
Echidnas berparuh panjang adalah salah satu dari dua genus (genus Zaglossus) dari echidnas, monotremes berduri yang tinggal di New Guinea. Ada tiga spesies hidup dan dua spesies yang telah punah dalam genus ini. Echidnas adalah salah satu dari dua jenis mamalia yang bertelur.
4. Babi Laut

Scotoplanes atau yang lebih dikenal sebagai babi laut, adalah genus dari holothurian laut dalam (teripang). Makhluk laut ini seperti persilangan antara babi dan siput. Jika diperhatikan makhluk ini kelihatan lucu, ia seperti memiliki jari-jari manusia yang tumbuh keluar dari mulutnya.
5. Trenggiling
Trenggiling adalah mamalia jenis lain dari Pholidota. Hewan ini memiliki keratin dalam skala besar untuk melindungi kulit mereka dan satu-satunya mamalia dengan kemampuan adaptasi seeperti ini.
Mereka ditemukan di daerah tropis Afrika dan Asia. Nama "trenggiling" berasal dari kata pengguling (bahasa Melayu).
Trenggiling merupakan binatang nokturnal, yang menggunakan indra penciuman mereka untuk menemukan serangga. Trenggiling ekor panjang aktif di siang hari, dan biasanya menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk tidur, yakni dengan cara meringkukan tubuh menjadi seperti bola.
6. Ikan Vampir
Ikan Vampir adalah, hewan laut jenis cephalopoda yang ditemukan di lautan beriklim sedang dan tropis. Dengan mengerahkan filamen panjangnya, ikan Vampir dapat hanyut bersama arus di kegelapan laut.
Jika filamennya tersenggol sesuatu, atau tergetar, hewan ini meresponya dengan gerakan akrobatik yang sangat cepat. Mereka mampu berenang dengan kecepatan setara dengan dua kali panjang tubuh per detik, dengan waktu percepatan lima detik. Namun, otot yang lemah membatasi stamina mereka.
5. Trenggiling

Trenggiling adalah mamalia jenis lain dari Pholidota. Hewan ini memiliki keratin dalam skala besar untuk melindungi kulit mereka dan satu-satunya mamalia dengan kemampuan adaptasi seeperti ini.
Mereka ditemukan di daerah tropis Afrika dan Asia. Nama "trenggiling" berasal dari kata pengguling (bahasa Melayu).
Trenggiling merupakan binatang nokturnal, yang menggunakan indra penciuman mereka untuk menemukan serangga. Trenggiling ekor panjang aktif di siang hari, dan biasanya menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk tidur, yakni dengan cara meringkukan tubuh menjadi seperti bola.
6. Ikan Vampir

Ikan Vampir adalah, hewan laut jenis cephalopoda yang ditemukan di lautan beriklim sedang dan tropis. Dengan mengerahkan filamen panjangnya, ikan Vampir dapat hanyut bersama arus di kegelapan laut.
Jika filamennya tersenggol sesuatu, atau tergetar, hewan ini meresponya dengan gerakan akrobatik yang sangat cepat. Mereka mampu berenang dengan kecepatan setara dengan dua kali panjang tubuh per detik, dengan waktu percepatan lima detik. Namun, otot yang lemah membatasi stamina mereka.
7. Salamander Raksasa dari China
Salamander raksasa Cina adalah salamander terbesar di dunia, bisa mencapai panjang 180 cm (6 ft), meskipun jarang yang mencapai ukuran seperti itu untuk saat ini.
Endemik sungai gunung berbatu dan danau di Cina ini sangat terancam karena mereka kehilangan habitat aslinya, polusi, dan penangkapan. Hewan ini dianggap sebagai makanan lezat dan digunakan dalam pengobatan tradisional Cina.
8. Badak Sumatera
Badak Sumatera adalah hewan yang sebagian besar hidupnya dijalani secara soliter, kecuali untuk kawin dan membesarkan anak. Ini adalah spesies badak yang paling vokal dan juga berkomunikasi melalui tanah untuk menandai wilayahnya dengan mengunakan kaki, berputar-putar hingga membentuk pola, dan meninggalkan kotoran.
Badak menghabiskan sebagian besar waktunya dalam kubangan. Ketika lubang lumpur tidak tersedia, badak akan mengeruk genangan air dengan kaki dan tanduknya. Perilaku berkubang membantu badak untuk mempertahankan suhu tubuh dan melindungi kulitnya dari ektoparasit dari serangga.
9. Galago Besar
Galago besar adalah nama umum untuk tiga spesies primata jenis strepsirrhine. Mereka diklasifikasikan dalam genus Otolemur dalam keluarga Galagidae.10. Lumba-lumba Sungai Amazon alias Boto
Lumba-lumba sungai Amazon, alias Bufeo, Bufeo Colorado, Boto, Boto Cor de Rosa, Boutu, Nay, Tonina, atau lumba-lumba merah muda, adalah endemik lumba-lumba sungai air tawar seperti Sungai Orinoco, Amazon dan Araguaia / Tocantins di Brasil, Bolivia , Peru, Ekuador, Kolombia dan Venezuela.
Lumba-lumba merah muda telah terdaftar sebagai hewan yang terancam punah akibat dari polusi, penangkapan serta perdagangan yang berlebihan, dan hilangnya habitat asli mereka. Tak heran bila hewan ini masuk ke dalam salah satu kelompok hewan paling langka di dunia. Yang menarik, otak lumba-lumba sungai ini adalah 40% lebih besar dari otak manusia.
11. Mola-mola atau Ikan Matahari
Ikan matahari atau Mola-mola adalah ikan dengan tulang terberat di dunia. Ikan dewasa memiliki berat rata-rata 1.000 kg. Ikan matahari hidup dalam diet yang sebagian besar makanannya hanya terdiri dari ubur-ubur, tetapi karena diet ini sangat minim nutrisi, sementara mereka mengkonsumsinya dalam jumlah besar, ini membuat tubuh mereka tumbuh besar.
Betina dari spesies ini dapat memproduksi telur lebih banyak dari vertebrata manapun yang dikenal. Sunfish goreng buntal mirip miniatur, dengan sirip dada besar, sirip ekor dan duri seperti biasanya dari tubuh mola-mola dewasa.
12. Tasmania Devil
Tasmanian devil adalah hewan karnivora yang hidup di alam liar dan hanya ditemukan di pulau Tasmania Australia. Karena mereka dianggap sebagai ancaman terhadap ternak di Tasmania, mereka sering menjadi sasaran perburuan, hingga tahun 1941 hewan ini resmi dilindungi.Sejak akhir 1990-an, penyakit tumor wajah telah mengurangi populasi Tasmanian devil secara signifikan dan sekarang mengancam kelangsungan hidup spesies ini, dan sejak Mei 2009 Tasmanian devil dinyatakan terancam punah.
13. Aardvark
Aardvark adalah mamalia nokturnal asli Afrika. Hewan ini merupakan makhluk soliter yang hampir seluruh makanannya hanya terdiri dari semut dan rayap, untuk buah mereka hanya makan mentimun aardvark.
Aardvarks dapat hidup lebih dari 24 tahun di penangkaran.
Itulah ketigabelas hewan paling langka di dunia, tentu seiring waktu jumlah ini akan semakin bertambah, baik jenis maupun spesiesnya. Dan bukan tidak mungkin suatu hari nanti sebagian dari hewan-hewan di atas akan masuk kedalam kategori "punah" kalau manusia tidak mampu menjaga populasinya.
Itulah ketigabelas hewan paling langka di dunia, tentu seiring waktu jumlah ini akan semakin bertambah, baik jenis maupun spesiesnya. Dan bukan tidak mungkin suatu hari nanti sebagian dari hewan-hewan di atas akan masuk kedalam kategori "punah" kalau manusia tidak mampu menjaga populasinya.
Inilah Ular Terbesar Di Dunia
Ular terbesar di dunia yang ditemukan di pedalaman hutan Kalimantan ini sanggup menelan 7 manusia dewasa sekaligus. Foto diatas pernah menjadi sensasi berita yang cukup heboh di dunia maya.Sekelompok pekerja yang sedang melakukan pembukaan hutan untuk membuat jalan baru, buldozer mereka secara tidak sengaja melindas seekor ular Boa berukuran besar yang mereka kira sebuah gundukan tanah.
Operator mesin buldozer terkejut ketika mendapati ada ceceran darah dipermukaan tanah. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata ada seekor ular Boa besar yang sedang sekarat dibawah mesin buldozernya. Ketika pekerja yang lain berdatangan untuk memeriksanya, ular tersebut sudah mati.
Sebenarnya terdapat dua ekor ular besar, namun ular yang satunya menghilang kedalam lebatnya hutan. Sementara operator buldozer sangat shock sampai tidak dapat berdiri begitu menyadari betapa besarnya ular yang baru saja dia gilas.
Ular boa yang telah mati tersebut berbobot 300 kg, dengan panjang 16,7 meter (55 fit), dan diperkirakan berumur 140 tahun. Dengan ukuran sebesar itu, tidak salah bila ular boa ini diklaim sebagai ular terbesar di dunia.
Kamis, 20 Desember 2012
Anjuran Untuk Mencintai dan Membenci Karena Allah
Anjuran Untuk Mencintai dan Membenci Karena Allah
Segala puji bagi Allah, Dia yang mencintai orang-orang yang bertaqwa
dan mengangkat derajat orang-orang yang berbuat baik. Aku memuji Allah
Yang Maha Suci yang telah menjadikan cinta sebagai tanda kebenaran iman
orang-orang yang beriman, dan sebagai bantahan atas orang yang zalim dan
dusta. Allah Subahanahu Wa Ta’ala berfirman:
قال الله تعالى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّادِقِينَ﴾
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (QS. Al-Taubah: 119).
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya
kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -Nya. Dia-lah yang
telah menjadikan amal yang jujur dan perkataan yang benar sebagai tanda
bagi benarnya keimanan dan sebagai pembeda antara orang-orang yang
beriman dengan orang-orang yang sesat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قال الله تعالى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ آذَوْا مُوسَى فَبَرَّأَهُ اللهُ مِمَّا قَالُوا وَكَانَ عِندَ اللهِ وَجِيهًا * يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا﴾
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (QS. Al-Ahzab: 69-71).
Aku bersaksi bahwa sesungguhnya penghulu kita dan Nabi kita Muhammad adalah hamba dan utusan Allah Subahanahu Wa Ta’ala berfirman,
imam orang-orang yang bertaqwa dan suri tauladan yang baik bagi
orang-orang yang cinta lagi beramal saleh dan pelita bagi orang-orang
yang berjalan menuju Allah Subahanahu Wa Ta’ala. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidak beriman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya dari anaknya, orang tuanya dan seluruh manusia”. Muttafaq alaihi.
Ya Allah sampaikan shalawat dan salam kepada hamba dan Rasul -Mu
Muhammad, dan kepada keluarga serta para shahabatnya yang memiliki
pandangan yang benar dan mata hati yang lurus, juga kepada para pengikut
hingga hari kiamat.
Amma Ba’du: Wahai sekalian manusia bertaqwalah kepada Allah Subahanahu Wa Ta’ala berfirman
dan ketahuilah bahwa cinta dan benci karena -Nya adalah jalan yang
jelas menuju persaudaraan dalam Islam. Cinta dan benci karena Allah Subahanahu Wa Ta’ala
inilah yang membedakan mereka dengan yang lainnya, walau mereka berbeda
warna kulit, kebangsaan, zaman dan tempat. Itulah ikatan yang menjadi
dasar bagi tegaknya persatuan mereka. Sebagaimana hal ini dijelaskan
oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, dan beliau juga menyebutkan tentang faedahnya: Tiga
perkara yang apabila terdapat pada seseorang maka dia akan merasakan
manisnya keimanan, yaitu menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih
dicintai-Nya dari selain kedua mereka berdua, tidak mencintai seseorang
kecuali karena Allah dan benci kembali kepada kekufuran setelah Allah
menyelamatkannya dari kekufuran tersebut sebagaimana dia benci jika
dicampakkan ke dalam api neraka”. Muttafaq alaihi.
Dengannya orang-orang yang beriman akan merasakan manisnya keimanan selain ketentraman, kenikmatan, kelezatan dan kebahagiaan hati yang tercermin dalam semangat untuk taat kepada Allah Subahanahu Wa Ta’ala dan mengemban cobaan di dalam jalan keimanan dan jauh dari maksiat kepada –Nya dan jiwa bersabar dengan menjauhi kemaksiatan.
Cinta karena Allah Subahanahu Wa Ta’ala akan terbukti secara
nyata pada kecenderungan, persepsi, perkataan dan perbuatan seorang
muslim, sebagaimana disebutkan di dalam hadits Rasulullah shallallahu alaiahi wa sallam: “Orang
beriman yang satu dengan yang lainnya bagai bangunan yang saling
menguatkan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain”. HR. Bukhari.
Maksudnya adalah hubungan seorang muslim dengan yang lainnya kuat
dan saling mengikat, di mana seorang muslim tidak tampak dengan prilaku
ganjil yang bertentangan dengan ajaran Islam dan tidak pula berlaku aneh
dan menyelisihi sesuatu yang telah ditetapkan oleh Islam. Hadits ini
memberikan gambaran nyata tentang kekuatan hubungan seorang muslim yang
satu dengan lainnya dan kecintaannya yang benar kepada Islam dan
saudaranya di dalam Islam dan inilah makna firman Allah Azza Wa Jalla:
قال الله تعالى: ﴿إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ﴾
“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara”. (QS. Al-Hujurat: 10).
قال الله تعالى: ﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ﴾
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al-Hujurat: 13).
Para ulama salaf benar-benar memahami makna ini dan merekapun
mengamalkannya dalam kehidupan mereka yang nyata baik pada sisi
kehidupan pribadi atau kehidupan bermasyarakat, dan mereka hidup
memperjuangkan cinta karena Allah Subahanahu Wa Ta’ala sehingga memuji mereka pada firman-Nya:
قال الله تعالى: ﴿وَالَّذِينَ تَبَوَّؤُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ﴾
Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Ansar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin) mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). (QS. Al-Hasyr: 9).
Maksudnya adalah walaupun mereka dalam keadaan kefakiran atau butuh
pada apa yang telah mereka korbankan karena cinta kepada Allah Subahanahu Wa Ta’ala untuk saudara yang seiman.
Dari Ibnu Umar radhiallah anhuma berkata: Sungguh kami melihat di masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
di mana tidak ada seorangpun yang lebih berhak menerima uang dinar dan
uang dirham yang dimilikinya selain saudaranya semuslim”. Dimanakah
letak posisi kita dalam urusan cinta antara sesama muslim karena Allah Subahanahu Wa Ta’ala jika dibanding dengan para shahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada zaman sekarang ini?.
Sungguh suatu kepalsuan tentang realita pahit yang mengungkapkan
tentang riya’, penipuan dan kebohongan serta kelicikan kita di mana kita
melibatkan saudara kita seiman dalam lubang kehancuran dan kebinasan.
Seperti inilah kenyataannya, selama cinta tidak didasarkan karena Allah Subahanahu Wa Ta’ala
maka dia menjadi bumerang bagi pelakunya walau masa percintaan cukup
lama dan saling memberikan manfaat di dunia, sebab akhir kehidupannya di
akherat kelak adalah kehancuran. Allah Subahnahu Wa Ta’ala berfirman:
قال الله تعالى: ﴿الْأَخِلَّاء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ﴾
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Zukhruf: 67).
Di dalam sebuah hadits disebutkan: Tujuh golongan orang yang akan mendapat naungan Allah Subahanahu Wa Ta’ala
di hari kiamat pada hari tidak ada naungan kecuali naungan Allah…di
antara yang disebutkan adalah dua orang lelaki yang saling mencintai
karena Allah Subahanahu Wa Ta’ala, berkumpul karena Allah Subahanahu Wa Ta’ala dan berpisah karena-Nya”.
Disebutkan di dalam riwayat Ibnu Abbas radhillahu anhuma pada saat beliau ditanya tentang orang beriman dan tanda-tandanya: Barangsiapa yang saling mencintai karena Allah Subahanahu Wa Ta’ala, marah karena Allah Subahanahu Wa Ta’ala, memberi karena Allah Subahanahu Wa Ta’ala dan tidak memberi karena -Nya maka dengan hal itu imannya telah sempurna”. HR. Abu Dawud. Maksudnya adalah Allah Subahaahu Wa Ta’ala akan memberikan hamba -Nya kemenangan, dukungan dan bantuan dari Allah Subahanahu Wa Ta’ala
karena adanya rasa saling mencintai karena -Nya. Dan seorang hamba
tidak akan merasakan manisnya keimanan walau shalat dan puasanya banyak,
hingga dia melakukan hal tersebut karena -Nya.
Sebagaimana saling mencintai karena Allah Subahanahu Wa Ta’ala
dianjurkan maka sama halnya dengan benci harus didasarkan karena -Nya,
maka seorang muslim harus membenci orang-orang yang memusuhi Allah Subahanahu Wa Ta’ala dan Rasul -Nya, dan orang yang menyimpang dari ajaran -Nya serta memusuhi para kekasih Allah Subahanahu Wa Ta’ala
dan para hamba -Nya yang shaleh. jika suasana ini terbentuk maka tidak
boleh seorangpun dari kaum muslimin sengaja berlaku baik kepada orang
lain dan diam terhadap kemaksiatan saudaranya agar kemaksiatan tersebut
tidak menyebar. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Tolonglah saudaramu baik dia zalim atau dizalimi”. HR. Bukhari.
Menolongnya sebagai orang yang zalim makasudnya adalah mencegahnya
dari berbuat zalim baik zalim terhadap dirinya sendiri dengan melakukan
maksiat atau berlaku zalim atas orang lain dengan berbuat criminal
terhadap orang lain.
Wahai hamba Allah Subahanahu Wa Ta’ala, Takutlah kepada -Nya dan ketahuilah ikatan keimanan yang paling kuat adalah saling mencintai dan membenci karena Allah Subahanahu Wa Ta’ala, dan selama cinta dan kebencian tidak didasarkan karena Allah Subahanahu Wa Ta’ala maka kehidupan tidak akan berjalan lurus dan dalam beberapa waktu saja dia akan hancur.
قال الله تعالى: ﴿إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ادْخُلُوهَا بِسَلاَمٍ آمِنِينَ وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَى سُرُرٍ مُّتَقَابِلِينَ لاَ يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَا هُم مِّنْهَا بِمُخْرَجِينَ﴾
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman". Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya. (QS. Al-hijir: 45-48).
Semoga Allah Subahanahu Wa Ta’ala memberikan keberkahannya bagiku dan bagi kalian semua di dalam Al-Qur’an yang mulia, dan Allah Subahanahu Wa Ta’ala
memberikan manfaat bagiku dan bagi kalian dengan ayat-ayat Allah Yang
Maha Bijaksana yang tertera di dalamnya. Hanya inilah yang bisa aku
katakan dan aku memohon ampunan bagi diriku dan bagi kalian serta
seluruh kaum muslimin kepada Allah yang Maha Mulia dari segala dosa.
Mohonlah ampun kepada-Nya dan bertaubatlah kepada Allah, sebab Dia
adalah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Khutbah kedua
Segala puji bagi Allah Subahanahu Wa Ta’ala atas segala anugrah
kebaikan yang telah diberikan oleh -Nya, dan syukur kepada -Nya atas
segala karunia dan pemberian -Nya. Dan aku bersaksi bahwa tiada tuhan
yang berhak disembah selain Allah Subahanahu Wa Ta’ala, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -Nya, kesaksian yang mengagungkan Allah Subahanahu Wa Ta’ala, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan -Nya, semoga Allah Subahanahu Wa Ta’ala
mencurahkan shalawat dan salam yang berlimpah kepada Nabi, para
shahabat, keluarga dan semua orang yang mengikuti beliau samapai hari
kiamat…amma ba’du:
Wahai sekalian hamba Allah Subahanahu Wa Ta’ala bertaqwalah
kepada -Nya dan ketahuilah bahwa cinta ini memiliki posisi yang
strategis di dalam masyarakat muslim, orang-orang yang saling mencintai
karena Allah Subahanahu Wa Ta’ala akan menempati posisi yang sangat mulia dan menempati derajat orang yang bergelar al-siddiqin. Dari Abi Hurairah radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya
Allah Ta’ala berfirman pada hari kiamat dimanakah orang-orang yang
saling mencintai karena keagunganKu, pada hari ini Aku menaungi mereka
di bawah naunganku pada hari tidak ada naungan kecuali naungan Allah. HR. Muslim.
Dan menziarahi saudara seiman karena rasa rindu dan cinta karena Allah Subahanahu Wa Ta’ala akan mendatangkan kecintaan kepada -Nya. Dan orang yang menjenguk orang yang sakit atau menjenguk saudaranya karena Allah Subahanahu Wa Ta’ala
akan dimasukkan ke dalam surga -Nya, seruan datang kepadanya: Engkau
akan merasakan kebaikan dalam hidupmu dan perjalananmu dan semoga engkau
mendapat surga sebagai tempat tinggal”.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Tidaklah
dua orang yang saling mencintai karena Allah kecuali orang yang paling
dicintai adalah orang yang paling mencintai saudaranya”. HR. Ibnu Hibban dan Al-Hakim.
Maka sumber cinta karena Allah Subahanahu Wa Ta’ala adalah
keimanan, dan seorang muslim mencintai saudaranya seiman karena ketaatan
dan kebaikan pribadi dan akhlaknya, dan membenci orang lain karena
kemaksiatan dan kefasikannya, lalu pada saat kemaksiatan dan kefasikan
telah menghilang maka kebencianpun harus pupus sebab kebenciannya bukan
pada pribadinya namun pada prilakunya.
Inilah yang dapat aku sampaikan, dan curahkanlah shalawat dan salam
kepada Nabi yang datang membawa kabar gembira dan ancaman, sesungguhnya
Allah telah memerintahkan kepada kalian mengucapkan shalawat dan salam
di dalam kitab suci -Nya.
Semoga Bermanfaat.
Copy Right : iloveAllahindonesia.com
Muhammad bin Abdullah bin Mu’aidzir
Posted By : Muhammad. R
Kiat-Kiat Menuju Pelaminan
Kiat-Kiat Menuju Pelaminan
Sungguh
indah ikatan suci antara dua orang insan yang pasrah untuk saling
berjanji setia menemani mengayuh biduk mengarungi lautan kehidupan. Dari
ikatan suci ini dibangun keluarga bahagia, yang dipimpin oleh seorang
suami yang shalih dan dimotori oleh seorang istri yang shalihah. Mereka
mengerti hak-hak dan kewajiban mereka terhadap pasangannya, dan mereka
pun memahami hak dan kewajiban mereka kepada Allah Ta’ala. Kemudian lahir dari mereka berdua anak-anak yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla.
Cinta dan kasih sayang pun tumbuh subur di dalamnya. Rahmat dan berkah
Allah pun terlimpah kepada mereka. Inilah keluarga sakinah mawaddah wa
rahmah, samara kata orang. Inilah model keluarga yang diidamkan oleh
setiap muslim tentunya.
Tidak
diragukan lagi, bahwa untuk menggapai taraf keluarga yang demikian
setiap orang harus melewati sebuah pintu, yaitu pernikahan. Dan usaha
untuk meraih keluarga yang samara ini hendaknya sudah dimulai saat
merencanakan pernikahan. Pada tulisan singkat ini akan sedikit dibahas
beberapa kiat menuju pernikahan Islam yang diharapkan menjadi awal dari
sebuah keluarga yang samara.
Berbenah Diri Untuk Mendapatkan Yang Terbaik
Penulis
ingin membicarakan 2 jenis manusia ketika ditanya: “Anda ingin menikah
dengan orang shalih/shalihah atau tidak?”. Manusia jenis pertama
menjawab “Ya, tentu saja saya ingin”, dan inilah muslim yang masih
bersih fitrahnya. Ia tentu mendambakan seorang suami atau istri yang
taat kepada Allah, ia mendirikan shalat ia menjalankan perintah-perintah
Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Ia menginginkan sosok yang
shalih atau shalihah. Maka, jika orang termasuk manusia pertama ini agar
ia mendapatkan pasangan yang shalih atau shalihah, maka ia harus
berusaha menjadi orang yang shalih atau shalihah pula. Allah Azza Wa Jalla berfirman yang artinya: “Wanita-wanita
yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk
wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki
yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula”
[QS. An Nur: 26]. Yaitu dengan berbenah diri, berusaha untuk bertaubat
dan meninggalkan segala kemaksiatan yang dilakukannya kemudian menambah
ketaatan kepada Allah Ta’ala.
Sedangkan
manusia jenis kedua menjawab: “Ah saya sih ndak mau yang terlalu alim”
atau semacam itu. Inilah seorang muslim yang telah keluar dari fitrahnya
yang bersih, karena sudah terlalu dalam berkubang dalam kemaksiatan
sehingga ia melupakan Allah Ta’ala, melupakan kepastian akan
datangnya hari akhir, melupakan kerasnya siksa neraka. Yang ada di
benaknya hanya kebahagiaan dunia semata dan enggan menggapai kebahagiaan
akhirat. Kita khawatir orang-orang semacam inilah yang dikatakan oleh
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sebagai orang yang enggan masuk surga. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Setiap ummatku akan masuk surga kecuali yang enggan”. Para sahabat bertanya: ‘Siapakah yang enggan itu wahai Rasulullah?’. Beliau bersabda: “Yang taat kepadaku akan masuk surga dan yang ingkar terhadapku maka ia enggan masuk surga” [HR. Bukhari 6737]
Seorang
istri atau suami adalah teman sejati dalam hidup dalam waktu yang sangat
lama bahkan mungkin seumur hidupnya. Musibah apa yang lebih besar
daripada seorang insan yang seumur hidup ditemani oleh orang yang gemar
mendurhakai Allah dan Rasul-Nya? Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Keadaan
agama seorang insan tergantung pada keadaan agama teman dekatnya. Maka
sudah sepatutnya kalian memperhatikan dengan siapa kalian berteman
dekat” [HR. Ahmad 8065, Abu Dawud 4193. Dihasankan oleh Al Albani]
Bekali Diri Dengan Ilmu
Ilmu
adalah bekal penting bagi seseorang yang ingin sukses dalam
pernikahannya dan ingin membangun keluarga Islami yang samara. Ilmu yang
dimaksud di sini adalah ilmu agama tentunya. Secara umum, seseorang
perlu membekali diri dengan ilmu-ilmu agama, minimal ilmu-ilmu agama
yang wajib bagi setiap muslim. Seperti ilmu tentang aqidah yang benar,
tentang tauhid, ilmu tentang syirik, tentang wudhu, tentang shalat,
tentang puasa, dan ilmu yang lain, yang jika ilmu-ilmu wajib ini belum
dikuasai maka seseorang dikatakan belum benar keislamannya. Lebih baik
lagi jika membekali diri dengan ilmu agama lainnya seperti ilmu hadits,
tafsir al Qur’an, Fiqih, Ushul Fiqh karena tidak diragukan lagi bahwa
ilmu adalah jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Renungkanlah
firman Allah Ta’ala, yang artinya: “Allah meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat” [QS. Al Mujadalah: 11]
Secara
khusus, ilmu yang penting untuk menjadi bekal adalah ilmu tentang
pernikahan. Tata cara pernikahan yang syar’i, syarat-syarat pernikahan,
macam-macam mahram, sunnah-sunnah dalam pernikahan, hal-hal yang perlu
dihindari, dan yang lainnya.
Siapkan Harta Dan Rencana
Tidak
dapat dipungkiri bahwa pernikahan membutuhkan kemampuan harta. Minimal
untuk dapat memenuhi beberapa kewajiban yang menyertainya, seperti
mahar, mengadakan walimah dan kewajiban memberi nafkah kepada istri
serta anak-anak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Cukuplah seseorang itu berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” [HR. Ahmad 6527, Abu Dawud 1442].
Namun
kebutuhan akan harta ini jangan sampai dijadikan pokok utama
sampai-sampai membuat seseorang tertunda atau terhalang untuk menikah
karena belum banyak harta. Harta yang dapat menegakkan tulang
punggungnya dan keluarganya itu sudah mencukupi. Karena Allah dan
Rasul-Nya mengajarkan akhlak zuhud (sederhana) dan qana’ah (mensyukuri
apa yang dikarunai Allah) serta mencela penghamba dan pengumpul harta.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Celakalah
hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamishah dan
celakalah hamba khamilah. Jika diberi ia senang, tetapi jika tidak
diberi ia marah” [HR. Bukhari 5955].
Disamping itu, terdapat larangan bermewah-mewah dalam mahar dan terdapat teladan menyederhanakan walimah. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya” [HR. Ahmad 23388]. Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam juga, berdasarkan hadits Anas Bin Malik Radhiyallahu’anhu, ketika menikahi Zainab Bintu Jahsy mengadakan walimah hanya dengan menyembelih seekor kambing [HR. Bukhari 4770, Muslim 2569].
Selain itu
rumah tangga bak sebuah organisasi, perlu manajemen yang baik agar
dapat berjalan lancar. Maka hendaknya bagi seseorang yang hendak menikah
untuk membuat perencanaan matang bagi rumah tangganya kelak. Misalnya
berkaitan dengan tempat tinggal, pekerjaan, dll.
Pilihlah Dengan Baik
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Tiga hal yang seriusnya dianggap benar-benar serius dan bercandanya dianggap serius : nikah, cerai dan ruju’ ”
(HR. Abu Daud 2194). Salah satunya dikarenakan menikah berarti mengikat
seseorang untuk menjadi teman hidup tidak hanya untuk satu-dua hari
saja bahkan seumur hidup insya Allah. Jika demikian, merupakan salah
satu kemuliaan syariat Islam bahwa orang yang hendak menikah
diperintahkan untuk berhati-hati, teliti dan penuh pertimbangan dalam
memilih pasangan hidup.
Kriteria
yang paling utama adalah agama yang baik. Setiap muslim atau muslimah
yang ingin beruntung dunia akhirat hendaknya mengidam-idamkan sosok
suami atau istri yang baik agamanya, ia memahami aqidah Islam yang
benar, ia menegakkan shalat, senantiasa mematuhi perintah Allah dan
Rasul-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menganjurkan memilih istri yang baik agamanya “Wanita
dikawini karena empat hal : ……. hendaklah kamu pilih karena agamanya
(ke-Islamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka”. [HR. Bukhari 4700, Muslim 2661]. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga mengancam orang yang menolak lamaran dari seorang lelaki shalih “Jika
datang kepada kalian lelaki yang baik agamanya (untuk melamar), maka
nikahkanlah ia. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi
fitnah dan kerusakan besar di muka bumi” [HR. Tirmidzi 1005, Ibnu Majah 1957].
Selain itu ada beberapa kriteria lainnya yang juga dapat menjadi pertimbangan untuk memilih calon istri atau suami:
- Sebaiknya ia berasal dari keluarga yang baik nasabnya (bukan keluarga pezina atau ahli maksiat)
- Sebaiknya ia sekufu. Sekufu maksudnya tidak jauh berbeda kondisi agama, nasab dan kemerdekaan dan kekayaannya
- Gadis lebih diutamakan dari pada janda
- Subur (mampu menghasilkan keturunan)
- Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkan jika engkau pandang…” [HR. Ahmad 9281]
- Hendaknya calon istri memahami wajibnya taat kepada suami dalam perkara yang ma’ruf
- Hendaknya calon istri adalah wanita yang mengaja auratnya dan menjaga dirinya dari lelaki non-mahram.
Shalat Istikharah Agar Lebih Mantap
Pentingnya
urusan memilih calon pasangan, membuat seseorang layak untuk
bersungguh-sungguh dalam hal ini. Selain melakukan usaha, jangan lupa
bahwa hasil akhir dari segala usaha ada di tangan Allah Azza Wa Jalla. Maka sepatutnya jangan meninggalkan doa kepada Allah Ta’ala
agar dipilihkan calon pasangan yang baik. Dan salah satu doa yang bisa
dilakukan adalah dengan melakukan shalat Istikharah. Sebagaimana hadits
dari Jabir Radhiyallahu’anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan kepada kami istikharah dalam segala perkara sebagaimana beliau mengajarkan Al Qur’an” [HR. Bukhari].
Datangi Si Dia Untuk Nazhor Dan Khitbah
Setelah
pilihan telah dijatuhkan, maka langkah selanjutnya adalah Nazhor. Nazhor
adalah memandang keadaan fisik wanita yang hendak dilamar, agar keadaan
fisik tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk melanjutkan melamar
wanita tersebut atau tidak. Terdapat banyak dalil bahwa Islam telah
menetapkan adanya Nazhor bagi lelaki yang hendak menikahi seorang
wanita. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Jika
salah seorang dari kalian meminang wanita, maka jika dia bisa melihat
apa yang mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah” [HR. Abu Dawud 1783].
Namun
dalam nazhor disyaratkan beberapa hal yaitu, dilarang dilakukan dengan
berduaan namun ditemani oleh mahrom dari sang wanita, kemudian dilarang
melihat anggota tubuh yang diharamkan, namun hanya memandang sebatas
yang dibolehkan seperti wajah, telapak tangan, atau tinggi badan.
Dalil-dalil
tentang adanya nazhor dalam Islam juga mengisyaratkan tentang
terlarangnya pacaran. Karena jika calon pengantin sudah melakukan
pacaran, tentu tidak ada manfaatnya melakukan Nazhor.
Setelah
bulat keputusan maka hendaknya lelaki yang hendak menikah datang kepada
wali dari sang wanita untuk melakukan khitbah atau melamar. Islam tidak
mendefinisikan ritual atau acara khusus untuk melamar. Namun inti dari
melamar adalah meminta persetujuan wali dari sang wanita untuk
menikahkan kedua calon pasangan. Karena persetujuan wali dari calon
wanita adalah kewajiban dan pernikahan tidak sah tanpanya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Tidak sah suatu pernikahan kecuali dengan keberadaan wali” [HR. Tirmidzi 1026]
Siapkan Mahar
Hal lain
yang perlu dipersiapkan adalah mahar, atau disebut juga mas kawin. Mahar
adalah pemberian seorang suami kepada istri yang disebabkan pernikahan.
Memberikan mahar dalam pernikahan adalah suatu kewajiban sebagaimana
firman Allah Ta’ala yang artinya: “Maka berikanlah kepada mereka maharnya sebagai suatu kewajiban” [QS.
An Nisa: 24]. Dan pada hakekatnya mahar adalah ‘hadiah’ untuk sang
istri dan mahar merupakan hak istri yang tidak boleh diambil. Dan
terdapat anjuran dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam untuk tidak terlalu berlebihan dalam mahar, agar pernikahannya berkah. Sebagaimana telah dibahas di atas.
Setelah
itu semua dijalani akhirnya sampailah di hari bahagia yang
ditunggu-tunggu yaitu hari pernikahan. Dan tali cinta antara dua insan
pun diikat.
Belum Sanggup Menikah?
Demikianlah
uraian singkat mengenai kiat-kiat bagi seseorang yang hendak menapaki
tangga pernikahan. Nah, lalu bagaimana kiat bagi yang sudah ingin
menikah namun belum dimampukan oleh Allah Ta’ala? Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya: “Orang-orang yang belum mampu menikah hendaknya menjaga kesucian diri mereka sampai Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya”
[QS. An Nur: 33]. As Sa’di menjelaskan ayat ini: “Yaitu menjaga diri
dari yang haram dan menempuh segala sebab yang dapat menjauhkan diri
keharaman, yaitu hal-hal yang dapat memalingkan gejolak hati terhadap
hal yang haram berupa angan-angan yang dapat dikhawatirkan dapat
menjerumuskan dalam keharaman” [Tafsir As Sa’di]. Intinya, Allah Ta’ala
memerintahkan orang yang belum mampu untuk menikah untuk bersabar
sampai ia mampu kelak. Dan karena dorongan untuk menikah sudah
bergejolak mereka diperintahkan untuk menjaga diri agar gejolak tersebut
tidak membawa mereka untuk melakukan hal-hal yang diharamkan.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam
juga menyarakan kepada orang yang belum mampu untuk menikah untuk
banyak berpuasa, karena puasa dapat menjadi tameng dari godaan untuk
bermaksiat [HR. Bukhari 4678, Muslim 2485]. Selama masih belum mampu
untuk menikah hendaknya ia menyibukkan diri pada hal yang bermanfaat.
Karena jika ia lengah sejenak saja dari hal yang bermanfaat, lubang
kemaksiatan siap menjerumuskannya. Ibnul Qayyim Al Jauziyah memiliki
ucapan emas: “Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik,
pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil” (Al Jawabul Kaafi Liman Sa’ala ‘An Ad Dawa Asy Syafi, hal. 109). Kemudian senantiasa berdoa agar Allah memberikan kemampuan untuk segera menikah. Wallahul Musta’an.
Semoga Bermanfaat.
Copy Right : iloveAllahindonesia.com
Oleh : Yulian Purnama
Posted By : Muhammad. R
Langganan:
Postingan (Atom)



















